Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2014

Candi Jolotundo


Salah satu cara untuk menghilangkan stress karena rutinitas pekerjaan adalah dengan berendam di pemandian dari sumber mata air alami yang tentunya lebih segar dan lebih seru. Salah satu tempat pemandian dengan mata air alami yang kami rekomendasikan adalah Petirtaan Jolotundo di Mojokerto Jawa Timur.

Menurut legenda, kolam pemandian ini disebut ‘kolam cinta’ milik Udhayana, Raja Bali. Lokasinya tak terlalu jauh dari kota Surabaya, kira kira 50 km ke arah selatan. Jarak ini biasanya ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi.



Petirtaan Jolotundo terletak di Desa Seloliman, dataran tinggi Trawas, Kabupaten Mojokerto. Pemandian ini terletak di kaki Gunung Bekal. Sepanjang perjalanan, Anda akan dimanjakan dengan semilir angin yang sejuk dari balik pepohonan pinus dan cemara yang banyak tumpuh di sisi jalan.



Anda juga bisa melihat hamparan sawah yang berundak dari kejauhan. Sesampainya di depan pemandian, Anda akan disapa dengan susunan batu bekas candi yang tersusun rapi. Rasanya seperti berada di jaman kerajaan zaman dulu.

Petirtaan Jolotundo ini katanya ditak pernah kering walaupun musim kemarau panjang. Dengan memiliki kandungan mineral yang tinggi, membuat air dalam kolam Jolotundo dinyatakan sebagai air terbaik di dunia setelah zam-zam.












Candi Kesiman Tengah



Candi Kesiman Tengah terletak di Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Mojokerto. dengan koordinat 7°39'49"S 112°32'2"E. Dapat ditempuh dari jurusan Mojokerto � Pacet. Kemudian berhenti di pertigaan Dusun Ngemplak yang terletak antara Pacet km. 3 � km. 4, terus lurus ke arah timur sampai balai desa. Bangunan kekunoan terletak sekitar 500 m di sebelah tenggara balai desa.

Bangunan kekunoan adalah sebuah candi yang hanya tinggal bagian bawahnya (kaki candi) dan sebagian dari bagian tubuh sedangkan atap bangunan telah runtuh. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi � 1,75 m, pada dinding bagian barat terdapat bagian yang menjorok ke depan sepanjang 3 m, di kanan kirinya ada bekas-bekas tangga yang berupa undak-undakan dalam keadaan yang tidak teratur lagi. Bangunan candi berukuran 7,20 m x 7,20 m dan tingginya tersisa 5,50 m. Bagian atas berlubang yang berukuran 1,55 m x 2,20 m dengan kedalaman 2,75 m.

Sekeliling dinding candi terdapat relief. Di antara relief-relief yang menarik adalah: kepala kala distilir dalam bingkai persegi panjang, relief binatang bertelinga lebar dengan kombinasi sulur daun-daunan dalm bingkai yang berbentuk oval dan relief hanoman di panil-panil sudut bangunan. Yang cukup terkenal adalah relief dari episode cerita Samodramanthana yakni pengadukan samudra untuk mendapatkan amerta atau air penghidupan di dinding bagian barat.




































Candi Genting


Candi Genting , peninggalan bersejarah yang keberedaannya terletak di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Masyarakat sekitar juga menyebutnya dengan candi kutogirang,candi kuto,kuto.


Untuk menuju candi ini jaraknya lebih kurang 30 Km arah timur dari terminal Kertajaya Mojokerto.
dari terminal mojokerto ke balai desa kutogirang belok kanan lalu belok kanan menelusuri jalan setapak sebelum SMUN 2 Ngoro.


Belum banyak informasi yang diperoleh seputar asal usul dan fungsi candi ini, diperkirakan bangunan candi ini merupakan keraton pertama dari Prabu Airlangga sebelum beliau mendirikan kerajaan di Daha Kediri. Namun demikian BP3 Jatim telah menetapkan kawasan ini sebagai kawasan cagar budaya.
















Situs Makam Mendhek



Situs Makam Mendhek terletak di Desa Kutogirang, kecamatan Ngoro. Situs tersebut dipercaya sebagai makam seorang ulama yang hidup di j aman Moj opahit yang bernama eyang surgi atau biasa disebut Mbah Mendhek. Di makam mbah Mendhek terdapat prasasti dalam dua bahasa, yaitu bahasa arab dan bahasa jawa. Lokasi situs ini berdekatan dengan beberapa situs lainya, diantaranya Candi Bangkai, dan Candi Jedong. Apabila dilanjutkan menuju arah selatan menuju Candi Jolotundo.