Salah satu cara untuk
menghilangkan stress karena rutinitas pekerjaan adalah dengan berendam
di pemandian dari sumber mata air alami yang tentunya lebih segar dan
lebih seru. Salah satu tempat pemandian dengan mata air alami yang kami
rekomendasikan adalah Petirtaan Jolotundo di Mojokerto Jawa Timur.
Menurut
legenda, kolam pemandian ini disebut ‘kolam cinta’ milik Udhayana, Raja
Bali. Lokasinya tak terlalu jauh dari kota Surabaya, kira kira 50 km ke
arah selatan. Jarak ini biasanya ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan
dengan kendaraan pribadi.
Petirtaan Jolotundo terletak di
Desa Seloliman, dataran tinggi Trawas, Kabupaten Mojokerto. Pemandian
ini terletak di kaki Gunung Bekal. Sepanjang perjalanan, Anda akan
dimanjakan dengan semilir angin yang sejuk dari balik pepohonan pinus
dan cemara yang banyak tumpuh di sisi jalan.
Anda juga
bisa melihat hamparan sawah yang berundak dari kejauhan. Sesampainya di
depan pemandian, Anda akan disapa dengan susunan batu bekas candi yang
tersusun rapi. Rasanya seperti berada di jaman kerajaan zaman dulu.
Petirtaan
Jolotundo ini katanya ditak pernah kering walaupun musim kemarau
panjang. Dengan memiliki kandungan mineral yang tinggi, membuat air
dalam kolam Jolotundo dinyatakan sebagai air terbaik di dunia setelah
zam-zam.
Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Juli 2014
Candi Kesiman Tengah
Candi Kesiman Tengah terletak di Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Mojokerto. dengan koordinat 7°39'49"S 112°32'2"E. Dapat ditempuh dari jurusan Mojokerto � Pacet. Kemudian berhenti di pertigaan Dusun Ngemplak yang terletak antara Pacet km. 3 � km. 4, terus lurus ke arah timur sampai balai desa. Bangunan kekunoan terletak sekitar 500 m di sebelah tenggara balai desa.
Bangunan kekunoan adalah sebuah candi yang hanya tinggal bagian bawahnya (kaki candi) dan sebagian dari bagian tubuh sedangkan atap bangunan telah runtuh. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi � 1,75 m, pada dinding bagian barat terdapat bagian yang menjorok ke depan sepanjang 3 m, di kanan kirinya ada bekas-bekas tangga yang berupa undak-undakan dalam keadaan yang tidak teratur lagi. Bangunan candi berukuran 7,20 m x 7,20 m dan tingginya tersisa 5,50 m. Bagian atas berlubang yang berukuran 1,55 m x 2,20 m dengan kedalaman 2,75 m.
Sekeliling dinding candi terdapat relief. Di antara relief-relief yang menarik adalah: kepala kala distilir dalam bingkai persegi panjang, relief binatang bertelinga lebar dengan kombinasi sulur daun-daunan dalm bingkai yang berbentuk oval dan relief hanoman di panil-panil sudut bangunan. Yang cukup terkenal adalah relief dari episode cerita Samodramanthana yakni pengadukan samudra untuk mendapatkan amerta atau air penghidupan di dinding bagian barat.
Candi Genting
Untuk menuju candi ini jaraknya lebih kurang 30 Km arah timur dari terminal Kertajaya Mojokerto.
dari terminal mojokerto ke balai desa kutogirang belok kanan lalu belok kanan menelusuri jalan setapak sebelum SMUN 2 Ngoro.
Belum banyak informasi yang diperoleh seputar asal usul dan fungsi candi ini, diperkirakan bangunan candi ini merupakan keraton pertama dari Prabu Airlangga sebelum beliau mendirikan kerajaan di Daha Kediri. Namun demikian BP3 Jatim telah menetapkan kawasan ini sebagai kawasan cagar budaya.
Situs Makam Mendhek
Situs Makam Mendhek terletak di Desa Kutogirang, kecamatan Ngoro. Situs tersebut dipercaya sebagai makam seorang ulama yang hidup di j aman Moj opahit yang bernama eyang surgi atau biasa disebut Mbah Mendhek. Di makam mbah Mendhek terdapat prasasti dalam dua bahasa, yaitu bahasa arab dan bahasa jawa. Lokasi situs ini berdekatan dengan beberapa situs lainya, diantaranya Candi Bangkai, dan Candi Jedong. Apabila dilanjutkan menuju arah selatan menuju Candi Jolotundo.
Langganan:
Komentar (Atom)

















































