Tampilkan postingan dengan label majapahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majapahit. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2014

Candi Kesiman Tengah



Candi Kesiman Tengah terletak di Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Mojokerto. dengan koordinat 7°39'49"S 112°32'2"E. Dapat ditempuh dari jurusan Mojokerto � Pacet. Kemudian berhenti di pertigaan Dusun Ngemplak yang terletak antara Pacet km. 3 � km. 4, terus lurus ke arah timur sampai balai desa. Bangunan kekunoan terletak sekitar 500 m di sebelah tenggara balai desa.

Bangunan kekunoan adalah sebuah candi yang hanya tinggal bagian bawahnya (kaki candi) dan sebagian dari bagian tubuh sedangkan atap bangunan telah runtuh. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi � 1,75 m, pada dinding bagian barat terdapat bagian yang menjorok ke depan sepanjang 3 m, di kanan kirinya ada bekas-bekas tangga yang berupa undak-undakan dalam keadaan yang tidak teratur lagi. Bangunan candi berukuran 7,20 m x 7,20 m dan tingginya tersisa 5,50 m. Bagian atas berlubang yang berukuran 1,55 m x 2,20 m dengan kedalaman 2,75 m.

Sekeliling dinding candi terdapat relief. Di antara relief-relief yang menarik adalah: kepala kala distilir dalam bingkai persegi panjang, relief binatang bertelinga lebar dengan kombinasi sulur daun-daunan dalm bingkai yang berbentuk oval dan relief hanoman di panil-panil sudut bangunan. Yang cukup terkenal adalah relief dari episode cerita Samodramanthana yakni pengadukan samudra untuk mendapatkan amerta atau air penghidupan di dinding bagian barat.




































Situs Sumber Tuwiri



Situs Sumber Tuwiri terletak di Dusun Tuwiri Desa Seduri Kecamatan Mojosari,kabupaten Mojokerto.dengan koordinat 7° 30' 41"S 112° 33' 51.1" E. sumber ini diperkirakan bekas peninggalan jaman Kerajaan Majapahit, disekitar sumber ini juga sudah banyak berdiri warung warung penjual makanan, minuman ringan juga didukung tempatya yang sangat sejuk dan indah sehingga banyak pengunjung untuk datang sambil menikmati kesejukkan alam.





Situs Umpak Jabung











Situs Umpak Jabung merupakan salah satu peninggalan sejarah pada masa kerajaan Majapahit. Yang diperkirakan dibuat dan didirikan pada sekitar abad ke XIII – XIV Masehi. Maka peninggalan sejarah ini sezaman dengan temuan-temuan candi di sekitar Trowulan yang juga sezaman dengan kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto dengan koordinat 7° 36' 51.90" S 112° 24' 46.60" E.
Sampai saat ini belum ditemukan bukti tertulis ataupun prasasti yang dapat menceritakan Situs Umpak Jabung. Berkaitan dengan sejarahnya maupun fungsi dan kegunaannya. Namun dapat diperkirakan bahwa batu-batu umpak tersebut tidaklah sekedar dibuat tanpa alasan yang jelas. Sehingga batu umpak pada masa itu merupakan salah satu benda penting di sekitar kehidupan masyarakat masa kerajaan Majapahit. Hal yang mendukung bahwa batu umpak penting bagi kehidupan masyarakat Majapahit adalah letaknya yang tidak jauh dari pusat kerajaan. Situs Umpak Jabung merupakan salah satu tempat yang menjadi batas wilayah pusat kota Majapahit.
Ada berbagai teori dan pendapat tentang fungsi dan kegunaan batu umpak. Salah satunya adalah digunakan sebagai dasar pondasi untuk rumah pada masyarakat Majapahit. Kayu-kayu penyangga atap bangunan rumah diletakkan di atas batu umpak tersebut. Dari teori ini, dapat dikatakan bahwa Situs Umpak Jabung merupakan salah satu situs pemukiman dan perumahan kuno masyarakat Majapahit.
Bentuk batu umpak ini bersisi atau bersegi delapan dengan ukuran yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Jumlahnya di Situs Umpak Jabung ada lebih dari 30 buah. Di sekitar umpak-umpak itu terdapat tatanan dan pecahan batu bata merah dengan ukuran yang besar. Berserakan di sekitar batu umpak. Bahkan dibeberapa batu bata terdapat semacam hiasan berbentuk lingkaran.
Terlepas dari bukti tertulisnya yang belum ditemukan, sehingga sangat sulit ditentukan sejarahnya. Namun Situs Umpak Jabung adalah salah satu bukti peradaban kuno yang menunjukkan kepada generasi sekarang akan kemegahan masa lampau bangsa Indonesia.





Situs Alun-Alun Umpak Batu Sentonorejo


Situs Umpak Batu Sentonorejo terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sekitar 100 meter sebelah barat Candi Kedaton. Fisik situs berupa jajaran umpak batu yang tersusun rapi. Situs ini ditemukan pada tahun 1982, diduga posisinya tidak mengalami perubahan.
Menurut penafsiran arkeologis, situs Umpak Sentonorejo kemungkinan adalah bekas pondasi sebuah bangunan yang menjadi satu kesatuan fungsi dengan Candi Kedaton dan Situs Lantai Segi Enam. Belum dapat diketahui apa fungsi bangunan ini dan bagaimana keterkaitannya dengan Candi Kedaton dan Situs Lantai Segi Enam.









Kamis, 10 Juli 2014

Situs Yoni Klinterejo



Situs Yoni Klinterejo terletak agak jauh di sebelah uta­ra Trowulan dan sudah masuk wilayah Kecamatan Sooko, Mojokerto dengan koordinat :7°30'55"S 112°23'46"E

Pada situs ini yang nampak sekarang adalah sebidang tanah di tengah sawah yang di kelilingi tembok buat­an baru. Di dalamnya kita dapati bekas kaki candi yang dibuat dari batu andesit berbentuk segi empat dengan panjang sisinya ± 5,60 meter. Di atasnya kita dapati sebuah Yoni yang amat besar. Tingginya 1,22 meter, panjangnya 1,83 meter dan lebarnya 1,91 me­ter. Bagian ceratnya didukung dengan pahatan kepala naga.

Yoni ini merupakan peninggalan purbakala yang penting, karena disamping ukurannya yang sangat be­sar juga karena memuat pahatan angka tahun 1294 caka.

Tahun Masehi menjadi 1372. Dan angka tahun ini bertepatan dengan meninggalnya Bhre Kahuripan. Oleh karena itu kompleks situs Klinterejo itu bisa di­katakan sebagai candi pemakaman dari Bhre Kahuri­pan atau Tribuwana Tunggadewi ialah ibu dari Hayam Wuruk.

Disamping itu kita dapati juga sebuah batu besar yang merupakan batu prasasti, tapi belum selesai di­kenakan. Di luar tembok kita dapati sejumlah umpak- umpak batu besar. Hal ini menunjukkan bahwa di tempat itu dahulunya ada bangunan pendopo yang tentunya cukup besar pula.