Situs Umpak Jabung merupakan salah satu peninggalan sejarah pada masa
kerajaan Majapahit. Yang diperkirakan dibuat dan didirikan pada sekitar
abad ke XIII – XIV Masehi. Maka peninggalan sejarah ini sezaman dengan
temuan-temuan candi di sekitar Trowulan yang juga sezaman dengan
kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo,
Kabupaten Mojokerto dengan koordinat 7° 36' 51.90" S 112° 24' 46.60" E.
Sampai
saat ini belum ditemukan bukti tertulis ataupun prasasti yang dapat
menceritakan Situs Umpak Jabung. Berkaitan dengan sejarahnya maupun
fungsi dan kegunaannya. Namun dapat diperkirakan bahwa batu-batu umpak
tersebut tidaklah sekedar dibuat tanpa alasan yang jelas. Sehingga batu
umpak pada masa itu merupakan salah satu benda penting di sekitar
kehidupan masyarakat masa kerajaan Majapahit. Hal yang mendukung bahwa
batu umpak penting bagi kehidupan masyarakat Majapahit adalah letaknya
yang tidak jauh dari pusat kerajaan. Situs Umpak Jabung merupakan salah
satu tempat yang menjadi batas wilayah pusat kota Majapahit.
Ada
berbagai teori dan pendapat tentang fungsi dan kegunaan batu umpak.
Salah satunya adalah digunakan sebagai dasar pondasi untuk rumah pada
masyarakat Majapahit. Kayu-kayu penyangga atap bangunan rumah diletakkan
di atas batu umpak tersebut. Dari teori ini, dapat dikatakan bahwa
Situs Umpak Jabung merupakan salah satu situs pemukiman dan perumahan
kuno masyarakat Majapahit.
Bentuk batu umpak ini bersisi atau bersegi
delapan dengan ukuran yang tidak sama antara satu dengan lainnya.
Jumlahnya di Situs Umpak Jabung ada lebih dari 30 buah. Di sekitar
umpak-umpak itu terdapat tatanan dan pecahan batu bata merah dengan
ukuran yang besar. Berserakan di sekitar batu umpak. Bahkan dibeberapa
batu bata terdapat semacam hiasan berbentuk lingkaran.
Terlepas dari
bukti tertulisnya yang belum ditemukan, sehingga sangat sulit ditentukan
sejarahnya. Namun Situs Umpak Jabung adalah salah satu bukti peradaban
kuno yang menunjukkan kepada generasi sekarang akan kemegahan masa
lampau bangsa Indonesia.